dingin yang menusuk tulangku, mengingatkanku pada senyum mu yang memberi cahaya pelangi. mengirimkan kehangatan yg membuai hayalku jauh.. menerobos liku kehidupan yang curam. yang melilit tubuhku. dingin yg menghadirkan tetes air hujan, mengingatkanku pada seorang lelaki yang sedang menatap langit. mencari keputusan yang begitu hangat. pandanganmu mengirimku menuju sebuah simponi yang teragung untuk seorang pendosa. yang kini slalu mengagumimu dalam helaan hina seorang anak manusia.

0 Response to " "
Posting Komentar