Sekarang aku bimbang, apa yang telah terjadi pada hidupku, aku tak tw lagi kemana aku harus melangkah, aku tak ada tumpuan. Aku tw sekarang aku dalam keadaan yang sulit. Sulit karena waktu yang terus berjalan dan tak akan kembali. Sulit karena takdir yang tak mungkin lagi akan berubah. Dan sulit karena keadaan yang memaksaku untuk bertindak atau terlambat untuk menyesali sesuatu.

Tindakanku yang melenceng dari jalur yang ditentukan oleh nafsu duniawi akan temukan ku pada candu yang rusakkan hati dan jiwa. Yang buatku dalam kegelapan yang dalam dan hina. Dan kini tak ada sandaran yang buatku mengerti akan arti sebuah jiwa yang dekatkan aku dengan sang penakhluk hati.
Sebentar lagi waktu akan temukan aku dalam keadaan sulit, bukan dalam arti waktu menyulitkan dalam tindakanku, tapi perasaanku dan waktu tak akan menunggu perasaanku siap untuk menerima segalanya, karena waktu tak bisa menunggu dan bersekongkol dengan hati.
#1
Saat gundah bercampur pilunya jiwa
Waktu tak dapat lagi berucap
Angin tak mampu lagi berdamai dengan sua
Dan bintang tak mampu menerangi mahklukNya

Hanya malam yang bergelayut mesra dengan dunia
Dunia fana yang bercampur dusta dan amara
Apakah jiwa bisa tetap menetap
Pada gelombang yang hanyutkan rasa
Rasa yang hancurkan nikmat atas sang kuasa

#2
Rinduku
Bukan seperti pisau yang menancap pada waktu
Tapi lebih pada angin yang hembuskan papan
Pada seonggok papan bertuliskan cinta dan sayang
Yang berhias noda-noda asmara
Berbentuk kesetiaan
Dan bertempat pada dinding penuh kenikmatan

#3
Adakah tempat bertahan
Dari gelombang yang hidupkan bimbang
Aku tak mampu menerjang
Pada arus yang dibuat TUHAN
Sekarang aku berjalan
Mengisi kekosongan dan berlalu
dengan diam
#4
Kau kira siapakah dirimu??
Dirimu kira siapalah aku??
Kau tak tau
aku tak mampu
hanya hitamnya bayang-bayang
dan bekas langkah
yang ingatkan tentang kau dan aku

#5
Diam bawa aku berjalan
Mengitari sudut-sudut hatimu
Menyusup diantara celah-celah kekecewaan
Rimbun-rimbun kebahagiaan
Dan sungai-sungai air mata

Diam tunjukan
Warna-warna dalam jiwa
lampu-lampu yang henti dan lajukan sebuah mimpi
Atas nama sebuah cinta dan persahabatan
#6
Racun itu kini merajuk
Masuk dalam lubang paling dalam
Dan hantarkan sejauh-jauhnya iman
Buat cinta yang tak tertahankan
Kini aku jauh dari TUHAN

0 Response to " "